Pengertian Avatara serta Penjelasannya yang tertuang dalam Sastra Veda

Image

OM Svastiastu,

Masyarakat Hindu secara umum mengenal istilah “Avatara” yang difahami sebagai kehadiran Personalitas Tuhan Yang Maha Esa di dunia, dengan misi_Nya menegakan prinsip prinsip Kebenaran (Dharma) dalam kehidupan manusia pada satu masa dimana Kebenaran tersebut terabaikan (diabaikan). Secara umum, masyarakat Hindu mengenal 10 Avatara yang paling sering dibahas dan dinyatakan telah hadir di dunia dan akan hadir ke dunia, 9 diantaranya adalah Matsya Avatara (Ikan Besar – Sathya Yuga\Kertha Yuga), Kurma Avatara (Kura Kura – Sathya Yuga/Kertha Yuga), Varaha Avatara (Babi Besar – Sathya Yuga/Kertha Yuga), Narashimha Murti Avatara (Manusia Berkepala Singa – Sathya Yuga/Kertha Yuga), Vamana Avatara (Brahmana Kecil – Treta Yuga), Parasurama Avatara (Brahmana Kstria – Treta Yuga), Sri Rama Avatara (Kstria – Treta Yuga), Sri Krishna Avatara (Kstria – Dvapara Yuga), kemudian Avatara berikutnya dalam pandangan yang berbeda antara masyarakat  Hindu Dharma dan Buddha Dharma, dimana bagi masyarakat Hindu Dharma, Balarama Avatara  adalah Avatara yang bersamaan kehadirannya bersama Sri Krishna dan termasuk dalam Dasa Avatara Vishnu, hal ini diyakini khususnya bagi masyarakat Vaisnawa (Pemuja Vishnu), pandangan yang sedikit berbeda menyatakan bahwa Siddharta Gautama Buddha adalah Inkarnasi Visnu pad a masa Kali Yuga, setelah kehadiran Sri Krishna dan Balarama, hal ini masih menjadi sebuah pembahasan lebih lanjut bagi masyarakat Hindu Dharma dan Buddha Dharma. Sri Kalki Avatara adalah kehadiran personalitas Vishnu ke-10 yang akan hadir di masa Kali Yuga.

Dalam perkembangan informasi selanjutnya, di lingkungan masyarakat lintas agama muncul informasi baru atau yang dapat disebut sebuah “klaim” sepihak dari kelompok masyarakat agama tertentu yang menyatakan bahwa Sri Kalki Avatara telah hadir sebelumnya. Klaim ini disampaikan dengan dasar dasar kutipan sastra Veda yang dijadikan pendukung klaim tersebut. Lebih lanjut, informasi yang disampaikan diarahkan untuk meyakinkan masyarakat Hindu bahwa dengan klaim tersebut seharusnya masyarakat Hindu turut berpindah keyakinan agama karena apa yang ditunggu tunggu masyarakat Hindu telah hadir di dunia dan menyampaikan satu jalan keagamaan baru sehingga tidak perlu lagi masyarakat Hindu menjadi pemeluk agama Hindu. Namun apakah klaim tersebut sebuah realitas kebenaran? Atau hanya sebuah motivasi awal konversi keagamaan semata, informasi ini akan membahas apa itu Avatara, Misi_Nya, serta siapa yang hadir sebagai Avatara, turun ke dunia.

Dimulai dari pengertian kata “Avatara” yang berasal dari bahasa sanskerta “अवतार – avatāra – inkarnasi/keturunan”. Terkait dengan ke-10 Avatara Vishnu (Inkarnasi/Kehadiran Realitas Personal_Nya) di dunia, sastra Veda memberikan penjelasan sebagai berikut :

Sabda Sri Krishna kepada Arjuna yang tertuang dalam Bhagavad Gita

śrībhagavānuvāca
bahūni me vyatītāni janmāni tava cārjuna
tāny ahaṃ veda sarvāṇi na tvaṃ vettha paraṃtapa
||4.5|

“Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Engkau dan Aku sudah dilahirkan berulangkali. Aku dapat ingat segala kelahiran itu, tetapi engkau tidak dapat ingat, Wahai penakluk musuh.”

ajopi sann avyayātmā bhūtānām īśvaropi san
prakṛtiṃ svām adhiṣṭhāya saṃbhavāmy ātmamāyayā

||4.6|

“Walaupun Aku tidak dilahirkan dan badan rohani-Ku tidak pernah merosot, dan walaupun Aku penguasa semua makhluk hidup, Aku masih muncul pada setiap jaman dalam bentuk rohani-Ku yang asli.”

yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata
abhyutthānam adharmasya tadātmānaṃ sṛjāmy aham
||4.7|

“Kapan pun dan di mana pun pelaksanaan dharma merosot dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela-pada waktu itulah Aku sendiri menjelma, Wahai putera keluarga Bharata.”

paritrāṇāya sādhūnāṃ vināśāya ca duṣkṛtām
dharmasaṃsthāpanārthāya saṃbhavāmi yuge yuge
||4.8|

“Untuk menyelamatkan orang saleh, membinasakan orang jahat dan untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma, Aku sendiri muncul pada setiap jaman.”

Dalam Bhagavad Gita, Sri Krishna disebut dengan “Bhagavan – Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa”, dalam beberapa sloka terdapat penjelasan “Sribhagavanuvaca – Realitas Personal (Kepribadian) Tuhan Yang Maha Esa bersabda” yang menjelaskan bahwasanya Sri Krishna Avatara adalah Realitas Personal Tuhan ITU sendiri (SAT) yang hadir di dunia material, dan siapa Sri Krishna, Ia adalah Sri Vishnu Sendiri. Kehadiran_Nya di dunia tertuang dalam Bhagavata Purana.

Om namo bhagavate vasudevaya ete
Camsah kalah pumsah krishna stu bhagavan svayam
||Bhagavata Purana 1.3.28||

“Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa, Krishna, Ia yang hadir sebagai putra Vasudeva”

mumucur munayo devah
sumanamsi mudanvitah
mandam mandam jaladhara
jagarjur anusagaram
nisithe tama-udbhute
jayamane janardane
devakyam deva-rupinyam
vishnuh sarva-guha-sayah
avirasid yatha pracyam
disindur iva pushkalah
||Bhagavata Purana 10.3.7-8||

“Para dewa dan pribadi suci yang agung menaburkan bunga dalam kebahagiaan hati, dan awan berkumpul di langit dengan sedikit bergemuruh, membuat suara bagaikan gelombang lautan, kemudian Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, Vishnu, yang berada di inti hati setiap pribadi, hadir dari jantung Devaki dalam kegelapan pekat malam, bagaikan bulan purnama terbit di ujung timur, karena Devaki sebelumnya adalah bagian yang sama dari Sri Krishna”

carācara-guror viṣṇor
īśvarasyākhilātmanaḥ
dharma-trāṇāya sādhūnāḿ
janma karmāpanuttaye
||Bhagavata Purana 12.2.17||

“Sri Visnu – Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa, guru spiritual dari semua mahluk hidup yang bergerak dan tidak bergerak, dan semua jiwa yang agung,  mengambil kelahiran untuk melindungi prinsip-prinsip agama dan untuk membebaskan pemuja suci-Nya dari reaksi pekerjaan material.”

Dengan penjelasan yang tertuang dalam Bhagavata Purana tersebut, sangat jelas bahwa Sri Vishnu sendiri, yang merupakan Realitas Mutlak Tuhan Yang Maha Esa (Bhagavan) hadir ke dunia dengan perkenan_Nya sendiri untuk menegakan prinsip prinsip Dharma, Moralitas dan Agama sekaligus melindungi nilai nilai kemanusiaan, melindungi masyarakat yang berjalan dalam kebenaran (Dharma), membebaskan para pemuja_Nya dari penderitaan dan ikatan reaksi dosa dari pekerjaan material, meruntuhkan dominasi ketidakbenaran (Adharma), melebur (Pralina) pribadi pribadi yang merosot dalam kejahatan, memberikan mereka kesempatan untuk meretas Samsara, terlahir kembali ke dunia untuk memperbaiki karmawasana mereka demi mencapai sebuah realisasi kesadaran diri, membebaskan sang diri dari penderitaan, mencapai Kesadaran Utama, kembali kepada Tuhan ITU sendiri.

Lebih jauh, dalam Bhagavad Gita, Sri Krishna menjelaskan dan menunjukan Realitas Mutlak_Nya dalam perwujudan semesta_Nya kepada Arjuna atas permintaan Arjuna sendiri untuk meyakinkan dirinya bahwa Sri Krishna benar benar merupakan Realitas Personal Tuhan Yang Maha Esa (viśvarūpadarśanayogaḥ).

arjuna uvāca
madanugrahāya paramaṃ guhyam
adhyātmasaṃjñitam
yat tvayoktaṃ vacas tena mohoyaṃ vigato mama
||11.1|

“Arjuna berkata; Dengan mendengar wejangan tentang mata pelajaran yang paling rahasia ini yang sudah Anda berikan kepada hamba atas kemurahan hati Anda, khayalan hamba sekarang sudah dihilangkan.”

bhavāpyayau hi bhūtānāṃ śrutau vistaraśo mayā
tvattaḥ kamalapatrākṣa māhātmyam api cāvyayam
||11.2|

“O Krsna yang mempunyai mata seperti bunga padma, hamba sudah mendengar dari Anda secara terperinci tentang muncul dan menghilangnya setiap makhluk hidup dan hamba sudah menginsafi kebesaran Anda yang tidak pernah dibinasakan.”

evam etad yathāttha tvam ātmānaṃ parameśvara
draṣṭum icchāmi te rūpam aiśvaraṃ puruṣottama
||11.3|

“O kepribadian yang paling mulia, bentuk yang paling utama, walaupun hamba melihat Anda berdiri di sini di hadapan hamba dalam kedudukan Anda yang sejati, sesuai dengan uraian Anda tentang Diri Anda, hamba ingin melihat bagaimana Anda masuk dalam manifestasi alam semesta ini. Hamba ingin melihat bentuk Anda tersebut.”

manyase yadi tac chakyaṃ mayā draṣṭum iti prabho
yogeśvara tato me tvaṃ darśayātmānam avyayam
||11.4|

“Kalau Anda berpikir hamba sanggup memandang bentuk semesta Anda, sudilah kiranya Anda memperlihatkan bentuk semesta Diri Anda yang tidak terhingga itu kepada hamba, o Tuhan yang hamba muliakan, penguasa segala kekuatan batin.”

śrībhagavān uvāca
paśya me pārtha rūpāṇi śataśotha sahastraśaḥ
nānāvidhāni divyāni nānāvarṇākṛtīni ca
||11.5|

“Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Wahai Arjuna yang baik hati, wahai putera prtha, sekarang lihatlah kehebatan-Ku, beratus-ratus ribu jenis bentuk rohani yang berwarna-warni.”

paśyādityān vasūn rudrān aśvinau marutas tathā
bahūny adṛṣṭapūrvāṇi paśyāścaryāṇi bhārata
||11.6|

“Wahai yang paling baik di antara para Bharatha, lihatlah di sini berbagai perwujudan para Aditya, vasu, Rudra, Asvini-kumara dan semua dewa lainnya. Lihatlah banyak keajaiban yang belum pernah dilihat atau didengar oleh siapapun sebelumnya.”

ihaikasthaṃ jagat kṛtsnaṃ paśyādya sacarācaram
mama dehe guḍākeśa yac cānyad draṣṭum icchasi
||11.7|

“Wahai Arjuna apapun yang ingin engkau lihat, lihatlah dengan segera dalam badan-Ku ini! Bentuk semesta ini dapat memperlihatkan kepadamu apapun yang engkau ingin lihat sekarang dan apapun yang engkau ingin lihat pada masa yang akan datang. Segala sesuatu- baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak-berada di sini secara lengkap, di satu tempat.”

na tu māṃ śakyase draṣṭum anenaiva svacakṣuṣā
divyaṃ dadāmi te cakṣuḥ paśya me yogam aiśvaram
||11.8|

“Tetapi engkau tidak dapat melihat-Ku dengan mata yang engkau miliki sekarang. Karena itu, Aku memberikan mata rohani kepadamu. Lihatlah kehebatan batin-Ku.”

sañjaya uvāca
evam uktvā tato rājan mahāyogeśvaro hariḥ
darśayām āsa pārthāya paramaṃ rūpam aiśvaram
||11.9|

“Sanjaya berkata; Wahai paduka Raja, sesudah bersabda demikian, Tuhan Yang Mahakuasa, penguasa segala kekuatan batin, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, memperlihatkan bentuk semesta-Nya kepada Arjuna.”

anekavaktranayanam anekādbhutadarśanam
anekadivyābharaṇaṃ divyānekodyatāyudham
||11.10|

divyamālyāmbaradharaṃ divyagandhānulepanam
sarvāścaryamayaṃ devam anantaṃ viśvatomukham
||11.11|

“11.10-11 Dalam bentuk semesta itu, Arjuna melihat mulut-mulut yang tidak terhingga, mata yang tidak terhingga, dan wahyu-wahyu ajaib yang tidak terhingga. Bentuk tersebut dihiasi dengan banyak perhiasan rohani dan membawa banyak senjata rohani yang diangkat. Beliau memakai kalung rangkaian bunga dan perhiasan rohani, dan banyak jenis minyak wangi rohani dioleskan pada seluruh badan-Nya. Semuanya ajaib, bercahaya, tidak terbatas dan tersebar kemana-mana.”

divi sūryasahastrasya bhaved yugapad utthitā
yadi bhāḥ sadṛśī sā syād bhāsas tasya mahātmanaḥ
||11.12|

“Kalau beratus-ratus ribu matahari terbit di langit pada waktu yang sama, mungkin cahayanya          menyerupai cahaya dari kepribadian yang paling utama dalam bentuk semesta itu.”

tatraikasthaṃ jagat kṛtsnaṃ pravibhaktam anekadhā
apaśyad devadevasya śarīre pāṇḍavas tadā
||11.13|

“Pada waktu itu, dalam bentuk semesta Tuhan, Arjuna dapat melihat perwujudan-perwujudan alam semesta yang tidak terhingga terletak di satu tempat walaupun dibagi menjadi beribu-ribu.”

tataḥ sa vismayāviṣṭo hṛṣṭaromā dhanaṃjayaḥ
praṇamya śirasā devaṃ kṛtāñjalir abhāṣata
||11.14|

“Kemudian Arjuna kebingungan dan kagum, dan bulu romanya tegak berdiri. Arjuna menundukkan kepalanya untuk bersujud, lalu mencakupkan tangannya dan mulai berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.”

arjuna uvāca
paśyāmi devāṃs tava deva dehe
sarvāṃs tathā bhūtaviśeṣasaṃghān
brahmāṇam īśaṃ kamalāsanasthaṃ
ṛṣīṃś ca sarvān uragāṃś ca divyān
||11.15|

“Arjuna berkata; Sri Krsna yang hamba muliakan, di dalam badan Anda hamba melihat semua dewa dan berbagai jenis makhluk hidup yang lain. Hamba melihat Brahma duduk di atas bunga padma, bersama Dewa Siva, semua resi dan naga-naga rohani.”

anekabāhūdaravaktranetraṃ
paśyāmi tvāṃ sarvatonantarūpam
nāntaṃ na madhyaṃ na punas tavādiṃ
paśyāmi viśveśvara viśvarūpa
||11.16|

“O penguasa alam semesta, o bentuk semesta, di dalam badan Anda hamba melihat banyak lengan, perut, mulut dan mata, tersebar ke mana-mana, tanpa batas,. Hamba tidak dapat melihat akhir, pertengahan, maupun awal di dalam Diri Anda.”

kirīṭinaṃ gadinaṃ cakriṇaṃ ca
tejorāśiṃ sarvato dīptimantam
paśyāmi tvāṃ durnirīkṣyaṃ samantād
dīptānalārkadyutim aprameyam
|| 11.17|

“Bentuk Anda sulit dilihat karena cahaya-Nya yang menyilaukan, tersebar ke segala sisi, seperti api yang menyala atau cahaya matahari yang tidak dapat diukur. Namun hamba melihat bentuk ini yang bernyala di mana-mana dihiasi dengan berbagai jenis mahkota, gada, dan cakra.”

tvam akṣaraṃ paramaṃ veditavyaṃ
tvam asya viśvasya paraṃ nidhānam
tvam avyayaḥ śāśvatadharmagoptā
sanātanas tvaṃ puruṣo mato me
||11.18|

” Anda adalah tujuan pertama yang paling utama. Andalah sandaran utama seluruh jagat ini. Anda tidak dapat dimusnahkan, dan Andalah yang paling Tua. Andalah pemelihara dharma yang kekal, kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Inilah pendapat hamba.”

anādimadhyāntam anantavīryam
anantabāhuṃ śaśisūryanetram
paśyāmi tvāṃ dīptahutāśavaktraṃ
svatejasā viśvam idaṃ tapantam
||11.19|

“Anda tidak berawal, tidak ada masa pertengahan bagi Anda dan Anda tidak berakhir. Kebesaran Anda tidak terhingga. Jumlah lengan Anda tidak terbilang. Matahari dan bulan adalah mata Anda. Hamba melihat Anda dengan api yang bernyala keluar dari mulut Anda. Anda sedang membakar seluruh jagat ini dengan cahaya pribadi Anda.”

dyāvāpṛthivyor idam antaraṃ hi
vyāptaṃ tvayaikena diśaś ca sarvāḥ
dṛṣṭvādbhutaṃ rupam ugraṃ tavedaṃ
lokatrayaṃ pravyathitaṃ mahātman
||11.20|

“Walaupun Anda adalah satu, Anda berada di mana-mana di seluruh angkasa, planet-planet dan antariksa antar planet-planet. O kepribadian yang Mulia dengan melihat bentuk yang mengagumkan dan mengerikan ini, semua susunan planet goyah.”

amī hi tvāṃ surasaṃghā viśanti
kecid bhītāḥ prāñjalayo gṛṇanti
svastīty uktvā maharṣisiddhasaṃghāḥ
stuvanti tvāṃ stutibhiḥ puṣkalābhiḥ
||11.21|

“Semua kelompok dewa menyerahkan diri di hadapan Anda dan masuk ke dalam diri Anda. Beberapa di antaranya sangat ketakutan dan mereka mempersembahkan doa pujian sambil mencakupkan tangannya. Banyak resi yang mulia dan makhluk-makhluk yang sempurna yang sedang berseru, “semoga ada segala kedamaian!” sedang berdoa kepada Anda dengan menyanyikan mantra-mantra veda.”

rudrādityā vasavo ye ca sādhyā
viśveśvinau marutaś coṣmapāś ca
gandharvayakṣāsurasiddhasaṃghā
vīkṣante tvāṃ vismitāś caiva sarve
||11.22|

“Segala manifestasi dari Dewa Siva, para Aditya, para vasu, para Sandya, para Visvedeva, dua Asvi, para Marut, para Leluhur, para Gandharva, para Yaksa, para Asura dan dewa-dewa yang sempurna memandang Anda dengan rasa kagum.”

rūpaṃ mahat te bahuvaktranetraṃ
mahābāho bahubāhūrupādam
bahūdaraṃ bahudañṣṭrākarālaṃ
dṛṣṭvā lokāḥ pravyathitās tathāham
||11.23|

“O kepribadian yang berlengan perkasa, semua planet dengan dewa-dewanya goyah ketika melihat bentuk Anda yang maha Agung, dengan banyak muka, mata, lengan, paha, kaki, dan perutnya, dan banyak gigi Anda yang mengerikan; karena itu, mereka goyah, dan hamba juga goyah.”

nabhaḥspṛśaṃ dīptam anekavarṇaṃ
vyāttānanaṃ dīptaviśālanetram
dṛṣṭvā hi tvāṃ pravyathitāntarātmā
dhṛtiṃ na vindāmi śamaṃ ca viṣṇo
||11.24|

“O Visnu yang berada di mana-mana, ketika hamba melihat Anda dengan berbagai warna Anda yang bercahaya dan menyentuh langit, mulut-mulut Anda yang terbuka lebar dan mata Anda yang besar dan menyala, pikiran hamba goyah karena rasa takut. Hamba tidak dapat memelihara sikap mantap maupun keseimbangan pikiran lagi.”

daṃṣṭrākarālāni ca te mukhāni
dṛṣṭvaiva kālānalasaṃnibhāni
diśo na jāne na labhe ca śarma
prasīda deveśa jagannivāsa
||11.25|

“O penguasa para dewa, pelindung dunia-dunia, mohon memberi karunia kepada hamba. Hamba tidak dapat memelihara keseimbangan ketika melihat Anda seperti ini dengan wajah-wajah Anda yang menyala seperti maut dan gigi yang mengerikan. Di segala arah hamba kebingungan.”

amī ca tvāṃ dhṛtarāṣṭrasya putrāḥ
sarve sahaivāvanipālasaṃghaiḥ
bhīṣmo droṇaḥ sūtaputras tathāsau
sahāsmadīyair api yodhamukhyaiḥ
||11.26|

vaktrāṇi te tvaramāṇā viśanti
daṃṣṭrākarālāni bhayānakāni
kecid vilagnā daśanāntareṣu
saṃdṛśyante cūrṇitair uttamāṅgaiḥ
||11.27|

“11.26-27 Semua putera Dhrtarastra, bersama raja-raja yang bersekutu dengan mereka, Bhisma, Drona, Karna dan – semua pemimpin kesatria di pihak kita – lari masuk ke dalam mulut-mulut Anda yang mengerikan. Hamba melihat beberapa di antaranya tersangkut dengan kepala-kepalanya hancur di antara gigi-gigi Anda.”

yathā nadīnāṃ bahavombuvegāḥ
samudram evābhimukhā dravanti
tathā tavāmī naralokavīrā
viśanti vaktrāṇy abhivijvalanti
||11.28|

“Bagaikan ombak-ombak banyak sungai mengalir ke dalam lautan, seperti itu pula semua kesatria yang hebat ini menyala dan masuk ke dalam mulut-mulut Anda.”

yathā pradīptaṃ jvalanaṃ pataṅgā
viśanti nāśāya samṛddhavegāḥ
tathaiva nāśāya viśanti lokās
tavāpi vaktrāṇi samṛddhavegāḥ
||11.29|

“Hamba melihat semua orang lari dengan kecepatan penuh ke dalam mulut-mulut Anda, bagaikan kupu-kupu yang terbang menuju kehancuran di dalam api yang menyala.”

lelihyase grasamānaḥ samantāl
lokān samagrān vadanair jvaladbhiḥ
tejobhir āpūrya jagat samagraṃ
bhāsas tavogrāḥ pratapanti viṣṇo
||11.30|

“O Visnu, hamba melihat Anda menelan semua orang dari segala sisi dengan mulut-mulut Anda yang mengeluarkan banyak api. Anda menutupi seluruh alam semesta dengan cahaya Anda, Anda terwujud dengan sinar-sinar yang mengerikan dan menganguskan.”

Penjelasan yang terdapat dalam Bhagavad Gita memberikan gambaran jelas tentang siapa Sri Krishna (Sri Vishnu) di dukung dasar sastra lainnya seperti Bhagavata Purana yang menyatakan bahwa Sri Krishna tidak lain adalah Sri Vishnu sendiri, dengan penjelasan tersebut keseluruhan ke-10 Avatara Vishnu merupakan kehadiran Realitas Personal_Nya sendiri di setiap masa dimana kebenaran (Dharma) diabaikan dan ketidakbenaran (Adharma) mendominasi.

Begitu pun adanya Realitas Personal Sri Kalki Avatara, yang tidak lain adalah kehadiran kembali sang penegak Dharma di masa Kali Yuga (keadaan sekarang), kehadiran_Nya kembali bukanlah mengakhiri kehidupan dunia, menghancurkan semesta, atau yang difahami secara umum sebagai pembawa kiamat, namun sebaliknya kehadiran_Nya adalah mempersiapkan masa keemasan penegakan kebenaran, mengawali kembali Sathya Yuga/Kertha Yuga, mengakhiri dominasi ketidakbenaran (Adharma) sekaligus mengakhiri masa Kali Yuga.

Pada kesempatan berikutnya, informasi mengenai kehidupan Sri Kalki, kehadirannya dimasa yang akan datang akan dibahas beserta dukungan dasar sastra Veda yang menjelaskannya.

OM Namo Bhagavate Vasudeva Ya
OM Namo Bhagavate Rudra Ya

OM Shanti Shanti Shanti OM

Bersambung, ….

Informasi yang sama dapat disimak di :

Sumber kutipan dan referensi :

Bhaktivedanta VedaBase: Srimad Bhagavatam 10.3.7-8

http://srimadbhagavatam.com/10/3/7-8/en1

Bhaktivedanta VedaBase: Śrīmad Bhāgavatam 1.3.1

http://vedabase.net/sb/1/3/1/

Bhaktivedanta VedaBase: Śrīmad Bhāgavatam 12.2.12-16

http://srimadbhagavatam.com/12/2/12-16/en

Om namo bhagavate vasudevaya ete

Camsah kalah pumsah krishna stu bhagavan svayam

I bow to God, Krishna, who appeared as the son of Vasudeva

—Bhagavata Purana, Srimad Bhagavadam, Bhagavata Purana, 1.3.28

http://en.wikipedia.org/wiki/Dashavatara

Lord Kalki will appear in the home of the most eminent brahmana of srinagar, kashmir, the great souls Vishnuyasha and Sumati.

—Srimad-Bhagavatam Bhag.12.2.18

http://en.wikipedia.org/wiki/Kalki_Purana

http://en.wikipedia.org/wiki/Vishnu_Purana

The Sri Bhagavata is the very essence of all the Vedanta literature. One who has enjoyed the nectar of its rasa never has any desire for anything else. (12.13.15)

http://en.wikipedia.org/wiki/Bhagavata_Purana

Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge  ”

(Bhagavad-gītā, 4.7-8)

http://id.wikipedia.org/wiki/Awatara

http://id.wikipedia.org/wiki/Awatara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s